Relevansi Karunia Berbahasa Roh Bagi Pertumbuhan Iman Generasi Milenial

Tinjauan Teologi Pentakosta

Authors

  • yunus pandia STT Bethel Indonesia
  • Dwiyafet Paramma STT Bethel Indonesia
  • Sara Do Hina STT Bethel Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62240/msj.v7i1.71

Keywords:

Teologi Pentakosta, Generasi Milenial, Pertumbuhan Iman, Bahasa Roh

Abstract

Penelitian ini mengkaji karunia berbicara dalam bahasa roh (Glossolalia) dalam teologi Pentakosta dan relevansinya bagi pertumbuhan iman generasi milenial. Dengan menganalisis asal-usul Yunani 'Glossolalia', studi ini menyoroti penggunaannya dalam Kisah Para Rasul dan 1 Korintus, mengungkap konteks historis dan teologis. Fokus utama adalah peran bahasa roh sebagai sarana komunikasi dengan Tuhan, memperkuat kehidupan rohani dan iman individu. Survei kualitatif mengeksplorasi persepsi generasi milenial, menunjukkan relevansi karunia ini lintas generasi, pendidikan, dan gender. Temuan menekankan pentingnya bahasa roh dalam konteks modern, mendukung identitas spiritual milenial dan membentuk komunitas keagamaan yang inklusif dan dinamis. Penelitian menyimpulkan bahwa bahasa roh penting dalam mempertahankan tradisi Pentakosta yang relevan dan adaptif terhadap perubahan sosial dan budaya kontemporer

Downloads

Published

2024-03-31

How to Cite

pandia, yunus, Paramma, D. ., & Hina, S. D. (2024). Relevansi Karunia Berbahasa Roh Bagi Pertumbuhan Iman Generasi Milenial: Tinjauan Teologi Pentakosta. MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Gereja, 7(1), 60–75. https://doi.org/10.62240/msj.v7i1.71

Issue

Section

Articles